<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ukuy&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://vikri07.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://vikri07.wordpress.com</link>
	<description>Macem-Macem</description>
	<lastBuildDate>Sun, 10 Apr 2011 14:48:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='vikri07.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ukuy&#039;s Blog</title>
		<link>http://vikri07.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://vikri07.wordpress.com/osd.xml" title="Ukuy&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://vikri07.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>13 Alasan Agar Sholat Lebih Khusuk</title>
		<link>http://vikri07.wordpress.com/2011/04/10/320/</link>
		<comments>http://vikri07.wordpress.com/2011/04/10/320/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 14:03:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vikri07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vikri07.wordpress.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[13 Alasan Agar Shalat Lebih Khusuk Dari banyak ibadah kita kepada Allah SWT, ada satu ibadah yang merupakan kunci dari seluruh ibadah dan amal yang lain dimana kalau kita berhasil melakukannya maka akan terbuka ibadah atau amal yang lain. Kunci dari segala ibadah adalah sholat. “Amal yang pertama kali ditanyai Allah pada seorang hamba di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=320&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>13 Alasan Agar Shalat Lebih Khusuk</strong></p>
<p>Dari banyak ibadah kita kepada Allah SWT, ada satu ibadah yang merupakan kunci dari seluruh ibadah dan amal yang lain dimana kalau kita berhasil melakukannya maka akan terbuka ibadah atau amal yang lain. Kunci dari segala ibadah adalah sholat.</p>
<p><a href="http://vikri07.files.wordpress.com/2011/04/1.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-321" title="1" src="http://vikri07.files.wordpress.com/2011/04/1.png?w=380&#038;h=119" alt="" width="380" height="119" /></a></p>
<p><em>“Amal yang pertama kali ditanyai Allah pada seorang hamba di hari kiamat nanti adalah sholat. Bila sholatnya dapat diterima, maka akan diterima seluruh amalnya, dan bila sholatnya ditolak, akan tertolah seluruh amalnya.”</em></p>
<p>Pada kenyataannya, bagaimana amalan sholat kita pada umumnya? Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW:</p>
<p><a href="http://vikri07.files.wordpress.com/2011/04/2.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-322" title="2" src="http://vikri07.files.wordpress.com/2011/04/2.png?w=381&#038;h=41" alt="" width="381" height="41" /></a></p>
<p><em>“Akan datang satu masa atas manusia, mereka melakukan sholat namun pada hakikatnya mereka tidak sholat.”</em></p>
<p>Banyak dari kita menganggap bahwa sholat adalah suatu <strong>perintah</strong> bukan suatu <strong>kebutuhan</strong>. Jadi sholat sering dianggap suatu beban dan hanya bersifat menggugurkan kewajiban. Betapa sering kita rasanya malas untuk sholat, sholat sambil memikirkan pekerjaan, sholat secepat kilat tanpa tumakninah, mengakhirkan waktu sholat atau bahkan lupa berapa rakaat yang telah dilakukan.</p>
<p>Padahal kunci amal ibadah kita adalah sholat. Jadi, kita bisa memasang strategi dalam hidup dengan memperbaiki sholat kita terlebih dahulu sehingga amalan yang lain akan mengikuti. Dan hal ini butuh suatu kesungguhan untuk mencapainya. Tahap awal untuk mencapai kekhusukan sholat adalah mengetahui kegunaan bagi diri kita apabila kita dapat melakukan sholat dengan khusuk. Berikut adalah 13 alasan mengapa kita perlu khusuk dalam sholat:</p>
<p><strong>1.  Mendapatkan keberuntungan yang besar</strong>, yaitu masuk dalam surga firdaus. Hal ini tersebut dalam QS. Al Mukminun 2 dan 11:</p>
<p><a href="http://vikri07.files.wordpress.com/2011/04/3.png"><img class="alignnone size-full wp-image-323" title="3" src="http://vikri07.files.wordpress.com/2011/04/3.png?w=270&#038;h=43" alt="" width="270" height="43" /></a></p>
<p><a href="http://vikri07.files.wordpress.com/2011/04/4.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-324" title="4" src="http://vikri07.files.wordpress.com/2011/04/4.png?w=300&#038;h=40" alt="" width="300" height="40" /></a></p>
<p>2.  <strong>Solusi terhadap permasalahan</strong> <strong>kita</strong>.</p>
<p><a href="http://vikri07.files.wordpress.com/2011/04/5.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-325" title="5" src="http://vikri07.files.wordpress.com/2011/04/5.png?w=430&#038;h=43" alt="" width="430" height="43" /></a></p>
<p><em>“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’”</em> (QS. Al Baqarah 45)</p>
<p>Bila ada problema hidup maka sholatlah, bila ada keiinginan sholatlah, bila akan marah sholatlah. Maka ketika akan bertemu dua kekuatan utama pada perang Badar, Rosululloh SAW sholat dan bermunajat kepada Allah SWT agar diberikan kemenangan dalam perang.</p>
<p>3.  <strong>Mencegah perbuatan keji dan mungkar</strong> (QS. Al Ankabut 45)</p>
<p><a href="http://vikri07.files.wordpress.com/2011/04/6.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-326" title="6" src="http://vikri07.files.wordpress.com/2011/04/6.png?w=300&#038;h=50" alt="" width="300" height="50" /></a></p>
<p>Karena sholat khusuk hanya bisa dilaksanakan dengan menghadirkan perasaan dekatnya Allah SWT, maka bila akan berbuat maksiyat akan ingat akan Allah SWT.</p>
<p>4.  <strong>Melembutkan hati</strong>. Terkadang hati kita menjadi keras karena kesibukan dalam bekerja atau menghadapi masalah kehidupan. Dengan sholat yang khusuk, hati menjadi lebih lunak karena kita seringnya kita berserah diri dan merendah dihadapan Allah SWT.</p>
<p>5.  <strong>Memupuk kesabaran</strong>. Dengan sholat yang dilaksanakan dengan tumakninah, maka diperlukan waktu beberapa saat untuk sholat; tidak dengan tergesa-gesa. Hal ini akan memupuk rasa kesabaran kita.</p>
<p>6.  <strong>Menghapuskan dosa</strong>. Didalam suatu hadits disebutkan bahwa dosa-dosa kecil kita akan dihapus diantara sholat 5 waktu. Tentu saja hal ini bila kita menghayati bacaan didalam duduk diantara dua sujud <em>rabbighfirli </em>dan <em>wa’fu’anni.</em></p>
<p>7.  <strong>Menyembuhkan penyakit</strong>. Prof. M. Sholeh dari Universitas Airlangga Surabaya telah meneliti bahwa sholat malam bisa meningkatkan imunitas tubuh kita. halat bisa mencegah naik turunnya hormon kortisol yang berperan sebagai indikator stres. Sedangkan stres merupakan salah satu faktor utama pemicu penyakit, termasuk kanker. Yang sederhana saja, bila kita sedang pening atau sakit gigi maka sholatlah dengan khusuk maka rasa sakit tersebut akan hilang. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ada pendapat bahwa sholat juga merupakan sarana terbaik untuk bermeditasi.</p>
<p>8.  <strong>Menunggu-nunggu waktu sholat</strong>. Karena sholat adalah kesempatan untuk bermunajat, berdialog dan mencurahkan hati ke Yang Maha Kuasa, maka waktu sholat akan selalu ditunggu. Pekerjaan rumah, rapat atau aktifitas lain akan diberhentikan 10-15 menit sebelum waktu sholat sehingga memberi kesempatan untuk sholat berjamaah di masjid. Perasaan untuk menunggu waktu sholat adalah seperti seorang perjaka yang menunggu waktu untuk bertemu yang dicinta.</p>
<p>9.  <strong>Mempersiapkan sholat dengan sebaiknya</strong>. Karena kita merasa akan bertemu dengan Yang Maha Agung, maka pakaian akan diperhatikan seperti baju koko, kopyah dan sarung digunakan yang bersih. Tidak lupa minyak wangi juga dipakai agar harum ketika bertemu dengan Yang Maha Pencipta.</p>
<p>10. <strong>Menangis dalam sholat</strong>. Kesejukan dalam sholat akan membawa hati untuk bersyukur dan mohon ampun kepada Allah SWT. Tidak terasa air mata akan mengalir bahkan ketika sholat Dhuhur di masjid kantor.</p>
<p>11. <strong>Merasa sedih ketika sholat akan selesai</strong>. Tertanam rasa ingin berlama-lama dengan Yang Maha Pengasih. Ketika tasyahud akhir rasanya tidak ingin menyelesaikan sholat.</p>
<p>12. <strong>Merasakan nikmatnya sholat di masjid</strong>. Akan terasa suasana sholat di masjid lebih indah dibandingkan sholat di rumah. Sehingga, keinginan untuk sholat berjamaah di masjid akan selalu ada. Maka tidak heran ketika sahabat Umar ra menjual kebunnya dikarenakan terlupa sholat jamaah di masjid karena sibuk mengurus kebunnnya.</p>
<p>13. <strong>Tetap khusuk dalam berzikir</strong>. Terkadang dzikir yang kita lantunkan setelah sholat fardhu hanya mengalir sebatas di mulut saja tanpa penghayatan dalam hati kita. Setelah sholat dengan khusuk, maka kekhusukan tersebut akan berlanjut hingga kita berdzikir.</p>
<p><em>Allahumma a’inni ala dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika</em>. Ya Allah, bantulah aku dalam mengingatMu dan dan bersyukur kepadaMu dan perbaiki ibadahku.</p>
<p>Wallahu a’lam bish showab.</p>
<p><a href="mailto::gatothp@gmail.com">gatot h. pramono</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vikri07.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vikri07.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vikri07.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vikri07.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vikri07.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vikri07.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vikri07.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vikri07.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vikri07.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vikri07.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vikri07.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vikri07.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vikri07.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vikri07.wordpress.com/320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=320&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vikri07.wordpress.com/2011/04/10/320/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ee81185725e614dcc972e62109f8056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ukuy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vikri07.files.wordpress.com/2011/04/1.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vikri07.files.wordpress.com/2011/04/2.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vikri07.files.wordpress.com/2011/04/3.png" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vikri07.files.wordpress.com/2011/04/4.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vikri07.files.wordpress.com/2011/04/5.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://vikri07.files.wordpress.com/2011/04/6.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Durhaka Kepada Orang Tua</title>
		<link>http://vikri07.wordpress.com/2011/04/10/durhaka-kepada-orang-tua/</link>
		<comments>http://vikri07.wordpress.com/2011/04/10/durhaka-kepada-orang-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 13:45:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vikri07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vikri07.wordpress.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[Durhaka Kepada Orang Tua Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya ‘ah’, dan janganlah kamu membentak mereka. [QS. Al-Isra' (17): 23] ‘Uquuqul walidain (durhaka kepada orang tua) adalah dosa besar. Karena itu, Rasulullah saw. –seperti yang dikutip oleh Ibnu Al-Atsir dalam kitabnya An-Nihaayah—melarang perbuatan durhaka kepada kedua orang tua. Seseorang dikatakan ‘aqqa waalidahu, ya’uqquhu ‘uqaaqan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=316&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Durhaka Kepada Orang Tua </strong><br />
Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya ‘ah’, dan janganlah kamu membentak mereka. [QS. Al-Isra' (17): 23]<br />
‘Uquuqul walidain (durhaka kepada orang tua) adalah dosa besar. Karena itu, Rasulullah saw. –seperti yang dikutip oleh Ibnu Al-Atsir dalam kitabnya An-Nihaayah—melarang perbuatan durhaka kepada kedua orang tua.<br />
Seseorang dikatakan ‘aqqa waalidahu, ya’uqquhu ‘uqaaqan, fahuwa ‘aaqun jika telah menyakiti hati orang tuanya, mendurhakainya, dan telah keluar darinya. Kata ini merupakan lawan dari kata al-birru bihi (berbakti kepadanya).<br />
Kata al-’uquuq (durhaka) berasal dari kata al-’aqq yang berarti asy-syaq (mematahkan) dan al-qath’u (memotong). Jadi, seorang anak dikatakan telah durhaka kepada orang tuanya jika dia tidak patuh dan tidak berbuat baik kepadanya, atau dalam bahasa Arab disebut al-’aaq (anak yang durhaka). Jamak dari kata al-’aaq adalah al-‘aqaqah. Berdasarkan pemaknaan ini, maka rambut yang keluar dari kepala seorang bayi yang baru lahir dari perut ibunya dinamakan dengan aqiiqah, karena rambut itu akan dipotong.<br />
Yang dimaksud dengan al-’uquuq (durhaka) adalah mematahkan “tongkat” ketaatan dan “memotong” (memutus) tali hubungan antara seorang anak dengan orang tuanya.<br />
Jadi, yang dimaksud dengan perbuatan durhaka kepada kedua orang tua adalah mematahkan “tongkat” ketaatan kepada keduanya, memutuskan tali hubungan yang terjalin antara orang tua dengan anaknya, meninggalkan sesuatu yang disukai keduanya, dan tidak menaati apa yang diperintahkan atau diminta oleh mereka berdua.<br />
Sebesar apa pun ibadah yang dilakukan oleh seseorang hamba, itu semua tidak akan mendatangkan manfaat baginya jika masih diiringi perbuatan durhaka kepada kedua orang tuanya. Sebab, Allah swt. menggantung semua ibadah itu sampai kedua orang tuanya ridha.<br />
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas r.a. bahwa dia berkata, “Tidaklah seorang muslim memiliki dua orang tua muslim, (kemudian) dia berbakti kepada keduanya karena mengharapkan ridha Allah, kecuali Allah akan membukakan dua pintu untuknya –maksudnya adalah pintu surga–. Jika dia hanya berbakti kepada satu orang tua (saja), maka (pintu yang dibukakan untuknya) pun hanya satu. Jika salah satu dari keduanya marah, maka Allah tidak akan meridhai sang anak sampai orang tuanya itu meridhainya.” Ditanyakan kepada Ibnu ‘Abbas, “Sekalipun keduanya telah menzaliminya?” Ibnu ‘Abbas menjawab, “Sekalipun keduanya telah menzaliminya.”<br />
Oleh karena itu ketika ada seseorang yang memaparkan kepada Rasulullah saw. tentang perbuatan-perbuatan ketaatan (perbuatan-perbuatan baik) yang telah dilakukannya, maka Rasulullah saw. pun memberikan jawaban yang sempurna yang dikaitkan dengan satu syarat, yaitu jika orang itu tidak durhaka kepada kedua orang tuanya.<br />
Diriwayatkan dari ‘Amr bin Murah Al-Juhani r.a. bahwa dia berkata, “Seorang lelaki pernah mendatangi Nabi saw. kemudian berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku telah bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang haq), kecuali Allah dan bahwa engkau adalah utusan Allah. Aku (juga) telah melaksanakan shalat lima (waktu), menunaikan zakat dari hartaku, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.’ Nabi menjawab, ‘Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan (seperti) ini, maka dia akan bersama para nabi, shiddiqiin, dan syuhada pada hari Kiamat nanti seperti ini –beliau memberi isyarat dengan dua jarinya (jari telunjuk dan jari tengah)—sepanjang dia tidak durhaka kepada kedua orang tuanya.’”<br />
Hadits-hadits Tentang Durhaka<br />
Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, “Sungguh celaka, sungguh celaka, sungguh celaka!” Seseorang bertanya, “Siapa yang celaka, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Barangsiapa yang sempat bertemu dengan kedua orang tuanya, tetapi dia tidak bisa masuk surga (karena tidak berbakti kepada mereka).”<br />
Diriwayatkan dari Jabir bin Samrah r.a., dia berkata, Nabi saw. pernah naik ke atas mimbar, kemudian dia mengucapkan, “Amin, amin, amin.” Lalu beliau bersabda, “Jibril a.s. telah mendatangiku, kemudian dia berkata, ‘Wahai Muhammad, barangsiapa yang sempat bertemu dengan salah satu dari kedua orang tuanya (dan tidak berbakti kepada mereka), kemudian dia meninggal dunia, maka dia akan masuk neraka dan Allah akan menjauhkan dia dari (rahmat-Nya). Katakanlah (olehmu) ‘amin’, maka aku pun mengatakan ‘amin’. Jibril kemudian berkata, ‘Wahai Muhammad, barangsiapa yang menjumpai bulan Ramadhan (dan dia tidak berpuasa) kemudian meninggal dunia, maka Allah tidak mengampuninya, dimaksukkan ke neraka, dan Allah akan menjauhkan dia dari (rahmat-Nya). Katakanlah (olehmu) ‘amin’, maka aku pun mengatakan ‘amin’.’ Jibril kemudian berkata, ‘Barangsiapa yang ketika disebutkan namamu di sisinya, tetapi dia tidak (membaca) shalawat kepadamu, kemudian dia meninggal dunia, maka dia akan masuk neraka dan Allah akan menjauhkan dia dari (rahmat-Nya). Katakanlah (olehmu) ‘amin’, maka aku mengatakan ‘amin’.&#8217;”<br />
Diriwayatkan dari Mughirah, dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan kepada kalian perbuatan durhaka kepada ibu-ibu (kalian), menuntut sesuatu yang bukan hak (kalian), dan mengubur hidup-hidup anak perempuan. Allah juga telah membenci percakapan tidak jelas sumbernya, banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta.”<br />
Bukhari-Mualim meriwayatkan dari Abu Bakrah, dari bapaknya bahwa dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Maukan kalian jika aku beritahukan (kepada kalian) tentang dosa yang paling besar?’ Beliau mengucapkan sabdanya ini sebanyak tiga kali. Kami menjawab, ‘Mau, ya Rasulullah.’ Rasulullah saw. menjawab, ‘Menyekutukan Allah dan durhaka kepada orang tua.’ Saat itu beliau sedang bersandar, kemudian beliau duduk, lalu bersabda, ‘Ketahuilah, (juga) kata-kata palsu dan kesaksian palsu. Ketahuilah, (juga) kata-kata palsu dan kesaksian palsu.’ Beliau terus mengatakan hal itu sampai aku berkata, beliau (hampir saja) tidak diam.”<br />
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Angin surga akan dihembuskan dari jarak lima ratus tahun dan tidaklah akan mencium bau surga itu orang yang suka menyebut-nyebut amal perbuatannya, orang yang durhaka (kepada orang tuanya), dan orang yang kecanduan khamr.”<br />
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar r.a. bahwa dia bersabda, Rasulullah saw. bersabda, “(Ada) tiga orang yang tidak akan dilihat Allah pada hari Kiamat: orang yang durhaka kepada kedua orang tuannya, orang yang kecanduan khamr, dan orang yang suka menyebut-nyebut pemberiannya.”<br />
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr bahwa dia berkata, Rasulullah bersabda, “Di antara dosa yang paling besar adalah (apabila) seorang anak melaknat kedua orang tuanya.” Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mungkin seorang anak melaknat kedua orang tuannya?” Rasulullah saw. menjawab, “(Apabila) anak mencaci ayah orang lain, maka berarti dia mencaci ayahnya (sendiri), dan dia mencaci ibu orang lain, maka berarti dia telah mencaci ibunya (sendiri).”<br />
Diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a. bahwa dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidaklah dianggap berbakti kepada sang ayah jika seseorang menajamkan pandangan (matanya) kepada ayahnya itu karena ia marah (kepadanya).’”<br />
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar r.a., dari Nabi saw. bersabda beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah swt. tidak menyukai perbuatan durhaka (kepada kedua orang tua).”<br />
Diriwayatkan dari Abu Bakrah r.a. dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda, “Setiap dosa akan Allah tangguhkan (hukumannya) sesuai dengan kehendak-Nya, kecuali (dosa karena) durhaka kepada kedua orang tua. Sesungguhnya Allah swt. akan menyegerakan hukuman perbuatan itu kepada pelakunya di dunia ini sebelum ia meninggal.”<br />
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar r.a., dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda, “Keridhaan Allah itu ada pada keridhaan kedua orang tua, dan kemurkaan-Nya ada pada kemarahan kedua orang tua.”<br />
Bentuk-bentuk Perbuatan Durhaka</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Tidak memberikan nafkah kepada orang tua bila mereka membutuhkan.</li>
<li>Tidak melayani mereka dan berpaling darinya. Lebih durhaka lagi bila menyuruh orang tua melayani dirinya.</li>
<li>Mengumpat kedua orang tuanya di depan orang banyak dan menyebut-nyebut kekurangannya.</li>
<li>Mencaci dan melaknat kedua orang tuanya.</li>
<li>Menajamkan tatapan mata kepada kedua orang tua ketika marah atau kesal kepada mereka berdua karena suatu hal.</li>
<li>Membuat kedua orang tua bersedih dengan melakukan sesuatu hal, meskipun sang anak berhak untuk melakukannya. Tapi ingat, hak kedua orang tua atas diri si anak lebih besar daripada hak si anak.</li>
<li>Malu mengakui kedua orang tuanya di hadapan orang banyak karena keadaan kedua orang tuanya yang miskin, berpenampilan kampungan, tidak berilmu, cacat, atau alasan lainnya.</li>
<li>Enggan berdiri untuk menghormati orang tua dan mencium tangannya.</li>
<li>Duduk mendahului orang tuanya dan berbicara tanpa meminta izin saat memimpin majelis di mana orang tuanya hadir di majelis itu. Ini sikap sombong dan takabur yang membuat orang tua terlecehkan dan marah.</li>
<li>Mengatakan “ah” kepada orang tua dan mengeraskan suara di hadapan mereka ketika berselisih.
<p>Penutup</p>
<p>Rasulullah saw. berpesan, “Berbaktilah (kalian semua) kepada bapak-bapak kalian, (niscaya) anak-anak kalian akan berbakti kepada kalian.”</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vikri07.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vikri07.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vikri07.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vikri07.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vikri07.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vikri07.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vikri07.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vikri07.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vikri07.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vikri07.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vikri07.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vikri07.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vikri07.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vikri07.wordpress.com/316/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=316&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vikri07.wordpress.com/2011/04/10/durhaka-kepada-orang-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ee81185725e614dcc972e62109f8056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ukuy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pahlawan Itu Ada Di Sekitar Kita</title>
		<link>http://vikri07.wordpress.com/2011/04/10/pahlawan-itu-ada-di-sekitar-kita/</link>
		<comments>http://vikri07.wordpress.com/2011/04/10/pahlawan-itu-ada-di-sekitar-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 13:41:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vikri07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vikri07.wordpress.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Pahlawan Itu Ada Di Sekitar Kita Oleh: Christian Atanila &#160; dakwatuna.com - Malam itu seorang ibu menunggu suaminya pulang dari kerja. Ibu itu cemas karena sampai jam setengah sepuluh malam suaminya belum juga pulang. Cemasnya bertambah ketika dentang jam dinding menunjukkan pukul sepuluh. Lambat laun kecemasannya berkurang tatkala ia mendengar suara langkah kaki mendekat kearah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=313&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pahlawan Itu Ada Di Sekitar Kita </strong><strong></strong></p>
<p>Oleh: <a title="Profil dari Christian Atanila" href="http://www.dakwatuna.com/author/abudzar/">Christian Atanila</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>dakwatuna.com -</strong> Malam itu seorang ibu menunggu suaminya pulang dari kerja. Ibu itu cemas karena sampai jam setengah sepuluh malam suaminya belum juga pulang. Cemasnya bertambah ketika dentang jam dinding menunjukkan pukul sepuluh. Lambat laun kecemasannya berkurang tatkala ia mendengar suara langkah kaki mendekat kearah pintu. Disibakkan segera gorden yang menutupi kaca besar disamping pintu. Tak sabar ingin melihat suaminya pulang. Ternyata benar, suara langkah kaki itu milik suaminya. Dibukanya pintu untuk segera menyambut kepulangan suaminya.</p>
<p>Sesampainya di dalam rumah, suaminya mempersilahkan istrinya duduk seraya ia berkata, “Maafkan saya istriku, saya membuatmu cemas. Tadi saya harus menambah penghasilan kita untuk bersalinmu nanti. Sepulang kerja saya gunakan motor kita untuk menarik ojek di dekat kantor. Lumayan bisa nambah-nambah.” Sambil mengelus-elus perutnya yang buncit menjawab,”Saya khawatir terjadi apa-apa. Sudah jam sepuluh cuma kamu belum pulang juga. Kalau saya tiba-tiba mau melahirkan bagaimana?” Dengan penuh bijak suaminya menenangkan istrinya,”Makanya kita harus berdoa terus kepada Allah agar anak kita bisa lahir dengan selamat. Walau saya tidak ada di samping kamu, <em>insyaallah,</em> jika Dia berkehendak maka kamu dan anak kita akan diselamatkannya.”</p>
<p>Di pagi hari, istrinya mengeluh perutnya sakit. Sepertinya akan melahirkan. Dengan sigap suaminya memanggil taksi untuk membawa istrinya ke rumah bersalin terdekat. Di dalam taksi suaminya terus berdoa. “Ya Allah, jika Engkau berkehendak maka tidak ada satupun makhluk yang dapat menolak kehendak-Mu. Izinkanlah aku meminta pada-Mu Ya Robbi pencipta manusia. Istriku akan melahirkan, buatlah ia tenang dalam perjalanannya menuju rumah bersalin agar kegelisahanku berkurang. Ya Robbi, lancarkanlah persalinannya dan selamatkanlah keduanya. Ya Allah, karuniakanlah hamba anak yang sempurna dan sholeh, yang nantinya dapat membahagiakan kami di dunia dan akhirat.”</p>
<p>Sesampainya di rumah bersalin, dipanggilnya suster jaga untuk segera menolong istrinya yang akan melahirkan. Setelah dibawa ke dalam ruang bersalin oleh suster, suaminya menunggu di luar ruang. Harap cemas menyelimutinya. Gelisah menghampiri saat terdengar suara teriakan istrinya dari dalam ruangan. “Sepertinya proses persalinan sedang berlangsung,” pikirnya seraya ia memanjatkan doa kepada Allah agar Dia berkenan menyelamatkan istri dan anaknya. Ya, suaminya tak pernah lepas dari berdoa. Ia sangat yakin hanya kepada Allah ia memohon pertolongan.</p>
<p>Tak lama terdengarlah suara tangis bayi dari dalam ruang bersalin. Haru menyelimuti sang suami. Tak terasa air mata pun menetes deras. Ia bersimpuh sujud seraya berdoa mengucapkan terima kasih kepada Allah Swt, Sang Khaliq yang telah menyelamatkan anaknya. Mendadak muncul pertanyaan dalam hatinya, bagaimana dengan istrinya. Dilanjutkan sujudnya, kini ia meminta agar diselamatkan istrinya, ibu dari anaknya. Dalam sujudnya ia terkaget dengan suara derit pintu dan seorang wanita yang memanggilnya. Oh ternyata dokter yang menolong istrinya keluar dari ruang sambil berucap, “Selamat ya pak! Anak dan istri bapak selamat. Sekarang bapak bisa melihat ke dalam. Silahkan..”</p>
<p>Mendengar itu, ia langsung saja menerobos masuk ke dalam ruang. Dengan penuh cinta ia langsung menggendong bayinya. Lalu ia pun mengumandangkan azan dan iqomat di telinga kanan dan kiri. Saat azan dan iqomat dikumandangkan air mendadak deras mengalir keluar dari matanya. Rupanya ia tak kuasa menahan tangis haru. Selepas itu tak henti-hentinya ia bersyukur kepada Allah atas karunia dan nikmat yang Allah berikan berupa anak dan keselamatan anak-istrinya.</p>
<p>*****</p>
<p>Saudaraku,</p>
<p>Seringkali kita lupa akan sosok yang satu itu. Kisah di atas mungkin cukup untuk mengingatkan kembali sesungguhnya sosok pahlawan itu ada di sekitar kita. Bahkan mereka selalu bersama kita sehari-hari. Setiap pagi selalu membangunkan kita untuk sholat shubuh dan menyiapkan sarapan untuk keluarga. Tatkala kita sakit mereka yang pertama kali mengkhawatirkan keadaan kita dan membawa ke rumah sakit. Mereka tak peduli berapa biaya yang dikeluarkan agar kita sehat kembali. Di pikiran mereka, <em>jangan sampai anak saya terlalu lama merasakan sakitnya</em>.</p>
<p>Saudaraku,</p>
<p>Karena itu seorang ibu dengan rela, siang dan malam menjaga kita. Ia takut kalau kita memerlukan sesuatu atau hanya sekedar memberi minum. Ketika suhu badan kita meninggi ia pun panik berteriak memanggil dokter. Dalam kondisi seperti itu, seorang ayah dengan sekuat tenaga mencari penghasilan tambahan agar ia dapat membiayai pengobatan anaknya. Bahkan berbagai cara terkadang dilakukan. Jika perlu berhutang akan dilakoninya, pintasnya.</p>
<p>Itu hanya sebagian kecil realita dari sosok pahlawan itu. Dalam kondisi yang lain mungkin kita bisa mengingatnya kembali. Bagaimana dua orang pahlawan itu sibuk mempersiapkan berbagai hal tatkala mendengar anaknya masuk ke perguruan tinggi. Mereka tak pernah mengeluh hatta mereka tidak memiliki uang sedikit pun. Mereka selalu menutupi kondisi sebenarnya dengan baik, hanya untuk menyenangkan hati anaknya. Prinsip mereka, <em>biarlah kami berkorban jauh dari kesenangan asalkan anak kami tidak sedih.</em></p>
<p>Cukupkah realita itu untuk mengkategorikan dua sosok, ayah dan ibu, sebagai pahlawan? Bahkan jika bisa seharusnya mereka menyandang, ’Pahlawan Sejati’ dari seluruh pahlawan yang pernah ada di negeri dan dunia ini. Karena ayah dan ibu, mereka berjuang dengan seluruh jiwa dan harta. Tak ada sejengkal dari jasadnya yang tak ia korbankan demi kebahagiaan anak tercinta. Tak ada sepeserpun uang yang mereka tak keluarkan untuk kepentingan anaknya. Bahkan yang kini kita sebut sebagai pahlawan, apakah mereka adalah Jenderal Sudirman atau Bung Tomo, mereka dilahirkan dan dibesarkan oleh dua sosok pahlawan ini.</p>
<p>Saudaraku,</p>
<p>Berbahagialah kalian yang disekitarnya masih ada dua sosok pahlawan, ayah dan ibu. Jagalah mereka dengan baik. Usahlah kita berperilaku tak baik pada mereka. Apalagi sampai kata ’ahh’ menghiasi mulut kita saat berbicara dengan mereka. Mereka lebih dari sekedar pahlawan tanpa tanda jasa. Jika perlu, apa yang mereka inginkan kita berusaha untuk memenuhinya. Melihat kita menjadi seorang sarjana adalah harapan mereka. Dan menjadi anak yang sholeh-sholehah, berbakti pada mereka, dan berguna bagi ummat adalah cita-cita mereka. Semoga kita dapat mewujudkannya!</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vikri07.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vikri07.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vikri07.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vikri07.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vikri07.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vikri07.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vikri07.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vikri07.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vikri07.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vikri07.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vikri07.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vikri07.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vikri07.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vikri07.wordpress.com/313/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=313&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vikri07.wordpress.com/2011/04/10/pahlawan-itu-ada-di-sekitar-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ee81185725e614dcc972e62109f8056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ukuy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INDAHNYA BERPRASANGKA BAIK</title>
		<link>http://vikri07.wordpress.com/2011/03/04/indahnya-berprasangka-baik/</link>
		<comments>http://vikri07.wordpress.com/2011/03/04/indahnya-berprasangka-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2011 16:33:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vikri07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vikri07.wordpress.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[INDAHNYA BERPRASANGKA BAIK Dua laki-laki bersaudara bekerja di sebuah pabrik kecap dan sama-sama belajar agama islam untuk sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. Mereka berjalan kaki mengaji kerumah gurunya yang jaraknya sekitar 10 KM dari rumah peninggalan orangtua mereka. Suatu ketika sang kakak berdo&#8217;a memohon rezeki untuk membeli sebuah Mobil supaya dapat dipergunakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=308&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;"><strong><span style="color:#ff0000;"><span style="font-size:medium;">INDAHNYA BERPRASANGKA BAIK</span></span></strong></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:medium;"><br />
Dua laki-laki bersaudara bekerja di sebuah pabrik kecap dan sama-sama belajar agama islam untuk sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. Mereka berjalan kaki mengaji kerumah gurunya yang jaraknya sekitar 10 KM dari rumah peninggalan orangtua mereka.</span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:medium;">Suatu ketika sang kakak berdo&#8217;a memohon rezeki untuk membeli sebuah Mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja.</span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:medium;">Lalu sang kakak berdo&#8217;a memohon seorang istri yang sempurna, Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik perangai.</span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:medium;">Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo&#8217;a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do&#8217;anya itu.</span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:medium;">Sementara itu sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. Namun karena kakaknya seringkali sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, dan sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka.</span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:medium;">Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya, dan dia teringat adiknya selalu membaca selembar kertas apabila dia berdo&#8217;a menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo&#8217;a. lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo&#8217;a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do&#8217;a-do&#8217;anya tiada dikabulkan oleh Allah azza wa jalla.</span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:medium;">Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.</span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:medium;">Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do&#8217;anya takpernah terkabul.</span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:medium;">Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do&#8217;a, diantaranya Al-fatehah,  Shalawat, do&#8217;a untuk guru mereka, do&#8217;a selamat  dan ada kalimah di akhir do&#8217;anya:</span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:medium;">&#8220;Yaa, Allah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu. Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do&#8217;a kakak ku, bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat,”</span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:medium;">Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya, tak dinyana ternyata adiknya tak pernah satukalipun berdo&#8217;a untuk memenuhi nafsu duniawinya.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vikri07.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vikri07.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vikri07.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vikri07.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vikri07.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vikri07.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vikri07.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vikri07.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vikri07.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vikri07.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vikri07.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vikri07.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vikri07.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vikri07.wordpress.com/308/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=308&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vikri07.wordpress.com/2011/03/04/indahnya-berprasangka-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ee81185725e614dcc972e62109f8056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ukuy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dzikrul Maut</title>
		<link>http://vikri07.wordpress.com/2011/03/04/dzikrul-maut/</link>
		<comments>http://vikri07.wordpress.com/2011/03/04/dzikrul-maut/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2011 14:05:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vikri07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vikri07.wordpress.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Dzikrul Maut Kehidupan seseorang di dunia ini dimulai dengan dilahirkan-nya seseorang dari rahim ibunya. Kemudian setelah ia hidup beberapa lama, iapun akan menemui sebuah kenyataan yang tidak bisa dihindari, kenyataan sebuah kematian yang akan menjemput-nya. Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman: “Tiap-tiap jiwa akan merasakan kematian dan sesungguhnya pada hari kiamatlah akan disempurnakan pahalamu, barangsiapa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=306&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"><strong><span style="font-size:small;">Dzikrul Maut<br />
</span></strong><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:xx-small;"><span style="font-weight:normal;"><span style="font-size:small;"><strong> </strong></span></span></span></span></span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Kehidupan seseorang di dunia ini dimulai dengan dilahirkan-nya seseorang dari rahim ibunya. Kemudian setelah ia hidup beberapa lama, iapun akan menemui sebuah kenyataan yang tidak bisa dihindari, kenyataan sebuah kematian yang akan menjemput-nya. </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman: </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE">“<span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Tiap-tiap jiwa akan merasakan kematian dan sesungguhnya pada hari kiamatlah akan disempurnakan pahalamu, barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung dan kehidupan dunia hanyalah kehi-dupan yang memperdaya-kan”. (Ali-Imran: 185) </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Ayat di atas adalah merupakan ayat yang agung yang apabila dibaca mata menjadi berkaca-kaca. Apabila didengar oleh hati maka ia menjadi gemetar. Dan apabila didengar oleh seseorang yang lalai maka akan membuat ia ingat bahwa dirinya pasti akan menemui kematian. </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Memang perjalanan menuju akhirat merupakan suatu perjalanan yang panjang. Suatu perjalanan yang banyak aral dan cobaan, yang dalam menempuhnya kita memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Yaitu suatu perjalanan yang menentukan apakah kita termasuk penduduk surga atau neraka. </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Perjalanan itu adalah kematian yang akan menjemput kita, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan kita dengan alam akhirat. Karena keagungan perjalanan ini, Rasulullah telah bersabda: </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;">لَوْتَعْلَمُوْنَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيْلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيْرًا</span><span style="font-family:&quot;">. </span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE">“<span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Andai saja engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan sedikit tertawa dan banyak menangis”. (Mutafaq ‘Alaih) </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Maksudnya apabila kita tahu hakekat kematian dan</span></span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"> keadaan alam akhirat serta kejadian-kejadian di dalamnya niscaya kita akan ingat bahwa setelah kehidupan ini akan ada kehidupan lain yang lebih abadi. </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Dan kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. (Al-A’la: 17). </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Akan tetapi kadang kita lupa akan perjalanan itu dan lebih memilih kehidupan dunia yang tidak ada nilainya di sisi Allah. </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Jama’ah Jum’at yang berbahagia. </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Marilah kita siapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk menyempurnakan perjalanan itu, yaitu dengan melakukan ketaatan-ketaatan kepada Allah &#61513;. Dan marilah kita perbanyak taubat dari segala dosa-dosa yang telah kita lakukan. Seorang penyair berkata: </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Lakukanlah bagimu taubat yang penuh pengharapan. Sebelum kematian dan sebelum dikuncinya lisan. Cepatlah bertaubat sebelum jiwa ditutup. Taubat itu sempurna bagi pelaku kebajikan. </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala’ berfirman:“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya”. (At-Tahrim: <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /><br />
Ingatlah wahai saudaraku</span></span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">. </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Di kala kita merasakan pedihnya kematian maka Rasulullah sebagai makhluk yang paling dicintai oleh Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala telah bersabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;">لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ</span><span style="font-family:&quot;">. </span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;">“<span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Tiada sesembahan </span></span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">yang haq melainkan Allah, sesungguhnya di dalam kematian terdapat rasa sakit”. (H.R. Bukhari) </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Ingatlah di kala nyawa kita dicabut oleh malaikat maut. Nafas kita tersengal, mulut kita dikunci, anggota badan kita lemah, pintu taubat telah tertutup bagi kita. Di sekitar kita terdengar tangisan dan rintihan handai taulan yang kita tinggalkan. Pada saat itu tidak ada yang bisa menghindarkan kita dari sakaratul maut. Tiada daya dan usaha yang bisa menyelamatkan kita dari kematian. </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman: “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya”. (Qaaf: 19) </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Allah juga berfirman: “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan-mu, kendatipun kamu berada di benteng yang kuat”. (An-Nisaa’: 78) </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Jamaah Jum’at yang berbahagia.</span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Cukuplah kematian sebagai nasehat, cukuplah kematian menjadi-kan hati bersedih, cukuplah kematian menjadikan air mata berlinang. Perpisahan dengan saudara tercinta. Penghalang segala kenikmatan dan pemutus segala cita-cita. </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Marilah kita tanyakan kepada diri kita sendiri, kapan kita akan mati ? Di mana kita akan mati ? </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Demi Allah, hanya Allah-lah yang mengetahui jawabannya, oleh karenanya marilah kita selalu bertaubat kepada Allah dan jangan kita menunda-nunda dengan kata nanti, nanti dan nanti. </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala berfirman:“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejelekan lantaran kejahilannya, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima oleh Allah taubatnya, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejelekan (yang) hingga apabila datang kematian kepada seseorang di antara mereka, mereka berkata: Sesungguhnya aku bertaubat sekarang”. (An-Nisaa’: 17-18) </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Sidang Jum’at yang berbahagia. </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Marilah kita tanyakan kepada diri kita. apa yang menjadikan diri kita terperdaya dengan kehidupan dunia, padahal kita tahu akan meninggalkannya. Perlu kita ingat bahwa harta dan kekayaan dunia yang kita miliki tidak akan bisa kita bawa untuk menemui Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hanya amal shalihlah yang akan kita bawa nanti di kala kita menemui Allah. </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Maka marilah kita tingkatkan amalan shaleh kita sebagai bekal nanti menuju akhirat yang abadi. </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;">فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَقُولُ قَوْ لِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ</span><span style="font-family:&quot;">. </span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><strong>Khutbah Kedua</strong></span><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-family:&quot;">إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ</span></span><span style="font-family:&quot;">, </span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-family:&quot;">وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ تَسْلِمًا</span></span><span style="font-family:&quot;">. </span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-family:&quot;">أما بعد</span></span><span style="font-family:&quot;">:</span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Marilah kita mencoba merenungi sisa-sisa umur kita, muhasabah pada diri kita masing-masing. Tentang masa muda kita, untuk apa kita pergunakan. Apakah untuk melaksanakan taat kepada Allah ataukah hanya bermain-main saja ? Tentang harta kita, dari mana k</span></span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">ita peroleh, halalkah ia atau haram ? Dan untuk apa kita belanjakan, apakah untuk bersedekah ataukah hanya untuk berfoya-foya? Dan terus kita muhasabah terhadap diri kita dari hari-hari yang telah kita lalui. </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;" lang="sv-SE"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;">Perlu kita ingat, umur kita semakin berkurang. Kematian pasti akan menjemput kita. Dosa terus bertambah. Lakukanlah taubat sebelum ajal menjemput kita. Waktu yang telah berlalu tidak akan kembali lagi. </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-family:&quot;">اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ</span></span><span style="font-family:&quot;">. </span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-family:&quot;">وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ</span></span><span style="font-family:&quot;">.<br />
</span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-family:&quot;">رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخَوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُواْ رَبَّنَا إِنَّكّ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ</span></span><span style="font-family:&quot;">. </span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-family:&quot;">اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ</span></span><span style="font-family:&quot;">. </span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-family:&quot;">اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نًافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً</span></span><span style="font-family:&quot;">. </span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-family:&quot;">رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ</span></span><span style="font-family:&quot;">. </span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-family:&quot;">وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يِوْمِ الدِّيْنِ وَآَخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ</span></span><span style="font-family:&quot;">.</span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"><em>Oleh: Agus hasan Bashori, Lc</em></span></span><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p style="margin-top:.21cm;margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vikri07.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vikri07.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vikri07.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vikri07.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vikri07.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vikri07.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vikri07.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vikri07.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vikri07.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vikri07.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vikri07.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vikri07.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vikri07.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vikri07.wordpress.com/306/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=306&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vikri07.wordpress.com/2011/03/04/dzikrul-maut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ee81185725e614dcc972e62109f8056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ukuy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>19 Tanda Gagal Ramadhan</title>
		<link>http://vikri07.wordpress.com/2011/03/04/19-tanda-gagal-ramadhan/</link>
		<comments>http://vikri07.wordpress.com/2011/03/04/19-tanda-gagal-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Mar 2011 11:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vikri07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vikri07.wordpress.com/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[19 Tanda Gagal Ramadhan Di bulan Ramadhan, pintu neraka ditutup dan pintu syurga dibuka lebar-lebar. Namun banyak orang gagal mendapatkan kemuliaannya. Di bawah ini kiat-kiat menghindari gagalnya Ramadhan 1. Kurang melakukan persiapan di bulan Sya’ban.   Misalnya, tidak tumbuh keinginan melatih bangun malam dengan shalat tahajjud. Begitupun tidak melakukan puasa sunnah Sya’ban, sebagaimana telah disunnahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=304&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>19 Tanda Gagal Ramadhan</p>
<p>Di bulan Ramadhan, pintu neraka ditutup dan pintu syurga dibuka lebar-lebar. Namun banyak orang gagal mendapatkan kemuliaannya.  Di bawah ini kiat-kiat menghindari gagalnya Ramadhan</p>
<p>1. Kurang melakukan persiapan di bulan Sya’ban.   Misalnya, tidak tumbuh keinginan melatih bangun malam dengan shalat tahajjud. Begitupun tidak melakukan puasa sunnah Sya’ban, sebagaimana telah disunnahkan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadits Bukhari dan Muslim, dari Aisyah Radhiallaahu ‘anha berkata,    ”Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa selain di bulan Sya’ban.”</p>
<p>2. Gampang mengulur shalat fardhu.    “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan kecuali orang-orang yang bertaubat dan beramal shalih.” (Maryam: 59)    Menurut Sa’id bin Musayyab, yang dimaksud dengan tarkush-shalat (meninggalkan shalat) ialah tidak segera mendirikan shalat tepat pada waktunya. Misalnya menjalankan shalat zhuhur menjelang waktu ashar, ashar menjelang maghrib, shalat maghrib menjelang isya, shalat isya menjelang waktu subuh serta tidak segera shalat subuh hingga terbit matahari. Orang yang bershiyam Ramadhan sangat disiplin menjaga waktu shalat, karena nilainya setara dengan 70 kali shalat fardhu di bulan lain.</p>
<p>3. Malas menjalankan ibadah-ibadah sunnah.    Termasuk di dalamnya menjalankan ibadah shalatul-lail. Mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah merupakan ciri orang yang shalih.    “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (Al-Anbiya:90)    “Dan hamba-Ku masih mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah, sampai Aku mencintainya.” (Hadits Qudsi)</p>
<p>4. Kikir dan rakus pada harta benda.    Takut rugi jika mengeluarkan banyak infaq dan shadaqah adalah tandanya. Salah satu sasaran utama shiyam agar manusia mampu mengendalikan sifat rakus pada makan minum maupun pada harta benda, karena ia termasuk sifat kehewanan (Bahimiyah). Cinta dunia serta gelimang kemewahan hidup sering membuat manusia lupa akan tujuan hidup sesungguhnya.    Mendekat kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala, akan menguatkan sifat utama kemanusiaan (Insaniyah).</p>
<p>5. Malas membaca Al-Qur’an.   Ramadhan juga disebut Syahrul Qur’an, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an. Orang-orang shalih di masa lalu menghabiskan waktunya baik siang maupun malam Ramadhan untuk membaca Al-Qur’an.    “Ibadah ummatku yang paling utama adalah pembacaan Al-Qur’an.” (HR Baihaqi)   Ramadhan adalah saat yang tepat untuk menimba dan menggali sebanyak mungkin kemuliaan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup. Kebiasaan baik ini harus nampak berlanjut setelah Ramadhan pergi, sebagai tanda keberhasilan latihan di bulan suci.</p>
<p>6. Mudah mengumbar amarah.    Ramadhan adalah bulan kekuatan. Nabi Saw bersabda: “Orang kuat bukanlah orang yang selalu menang ketika berkelahi. Tapi orang yang kuat adalah orang yang bisa menguasai diri ketika marah.”    Dalam hadits lain beliau bersabda: “Puasa itu perisai diri, apabila salah seorang dari kamu berpuasa maka janganlah ia berkata keji dan jangan membodohkan diri. Jika ada seseorang memerangimu atau mengumpatmu, maka katakanlah sesesungguhnya saya sedang berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)</p>
<p>7. Gemar bicara sia-sia dan dusta.   “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta perbuatan Az-Zur, maka Allah tidak membutuhkan perbuatan orang yang tidak bersopan santun, maka tiada hajat bagi Allah padahal dia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah)    Kesempatan Ramadhan adalah peluang bagi kita untuk mengatur dan melatih lidah supaya senantiasa berkata yang baik-baik. Umar ibn Khattab Ra berkata: “Puasa ini bukanlah hanya menahan diri dari makan dan minum saja, akan tetapi juga dari dusta, dari perbuatan yang salah dan tutur kata yang sia-sia.” (Al Muhalla VI: 178) Ciri orang gagal memetik buah Ramadhan kerap berkata di belakang hatinya. Kalimat-kalimatnya tidak ditimbang secara masak: “Bicara dulu baru berpikir, bukan sebaliknya, berpikir dulu, disaring, baru diucapkan.”</p>
<p>8. Memutuskan tali silaturrahim.    Ketika menyambut datangnya Ramadhan Rasulullah Saw bersabda: “…Barangsiapa menyambung tali persaudaraan (silaturrahim) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya…” Puasa mendidik pribadi-pribadi untuk menumbuhkan jiwa kasih sayang dan tali cinta.   Pelaku shiyam jiwanya dibersihkan dari kekerasan hati dan kesombongan, diganti dengan perangai yang lembut, halus dan tawadhu. Apabila ada atau tidak adanya Ramadhan tidak memperkuat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan, itu tanda kegagalan.</p>
<p>9. Menyia-nyiakan waktu.    Al-Qur’an mendokumentasikan dialog Allah Swt dengan orang-orang yang menghabiskan waktu mereka untuk bermain-main.    “Allah bertanya: ‘ Berapa tahunkan lamanya kamu tinggal di bumi?’    Mereka menjawab: ‘Kami tinggal di bumi sehari atau setengah hari. maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’   Allah berfirman: ‘Kamu tidak tingal di bumi melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui. &#8220;Maka apakah kamu mengira sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang sebenarnya; tidak Tuhan yang berhak disembah selain Dia, Tuhan yang mempunyai ‘Arsy yang mulia.” (Al-Mu’minun: 112-116)    Termasuk gagal dalam ber-Ramadhan orang yang lalai atas karunia waktu dengan melakukan perbuatan sia-sia, kemaksiatan, dan hura-hura. Disiplin waktu selama Ramadhan semestinya membekas kuat dalam bentuk cinta ketertiban dan keteraturan.</p>
<p>10. Labil dalam menjalani hidup.    Labil alias perasaan gamang, khawatir, risau, serta gelisah dalam menjalani hidup juga tanda gagal Ramadhan. Pesan Rasulullah Saw:   “Sesungguhnya telah datang bulan Ramadhan yang penuh berkah. Allah telah memfardhukan atas kamu berpuasa di dalamnya. Dibuka semua pintu surga, dikunci semua pintu neraka dan dibelenggu segala syetan. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tiada diberikan kebajikan malam itu, maka sungguh tidak diberikan kebajikan atasnya.” (HR Ahmad, Nasa’i, Baihaqi dari Abu Hurairah)   Bila seseorang meraih berkah bulan suci ini, jiwanya mantap, hatinya tenteram, perasaannya tenang dalam menghadapi keadaan apapun.</p>
<p>11. Tidak bersemangat mensyiarkan Islam.    Salah satu ciri utama alumnus Ramadhan yang berhasil ialah tingkat taqwa yang meroket. Dan setiap orang yang ketaqwaannya semakin kuat ialah semangat mensyiarkan Islam. Berbagai kegiatan ‘amar ma’ruf nahiy munkar dilakukannya, karena ia ingin sebanyak mungkin orang merasakan kelezatan iman sebagaimana dirinya. Jika semangat ini tak ada, gagal lah Ramadhan seseorang.</p>
<p>12. Khianat terhadap amanah.   Shiyam adalah amanah Allah yang harus dipelihara (dikerjakan) dan selanjutnya dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya kelak.   Shiyam itu ibarat utang yang harus ditunaikan secara rahasia kepada Allah. Orang yang terbiasa memenuhi amanah dalam ibadah sir (rahasia) tentu akan lebih menepati amanahnya terhadap orang lain, baik yang bersifat rahasia maupun yang nyata. Sebaliknya orang yang gagal Ramadhan mudah mengkhianati amanah, baik dari Allah maupun dari manusia.</p>
<p>13. Rendah motivasi hidup berjama’ah.    Frekuensi shalat berjama’ah di masjid meningkat tajam selama Ramadhan. Selain itu, lapar dan haus menajamkan jiwa sosial dan empati terhadap kesusahan sesama manusia, khususnya sesama Muslim. Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang berjuang secara berjama’ah, yang saling menguatkan.    “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam saatu barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaf: 4) Ramadhan seharusnya menguatkan motivasi untuk hidup berjama’ah.</p>
<p>14. Tinggi ketergantungannya pada makhluk.    Hawa nafsu dan syahwat yang digembleng habis-habisan selama bulan Ramadhan merupakan pintu utama ketergantungan manusia pada sesama makhluk. Jika jiwa seseorang berhasil merdeka dari kedua mitra syetan itu setelah Ramadhan, maka yang mengendalikan dirinya adalah fikrah dan akhlaq. Orang yang tunduk dan taat kepada Allah lebih mulia dari mereka yang tunduk kepada makhluk.</p>
<p>15. Malas membela dan menegakkan kebenaran.    Sejumlah peperangan dilakukan kaum Muslimin melawan tentara-tentara kafir berlangsung di bulan Ramadhan. Kemenangan Badar yang spektakuler itu dan penaklukan Makkah (Futuh Makkah) terjadi di bulan Ramadhan. Di tengah gelombang kebathilan dan kemungkaran yang semakin berani unjuk gigi, para alumni akademi Ramadhan seharusnya semakin gigih dan strategis dalam membela dan menegakkan kebenaran. Jika bulan suci ini tidak memberi bekal perjuangan baru yang bernilai spektakuler, maka kemungkinan besar ia telah meninggalkan kita sebagai pecundang.</p>
<p>16. Tidak mencintai kaum dhuafa.    Syahru Rahmah, Bulan Kasih Sayang adalah nama lain Ramadhan, karena di bulan ini Allah melimpahi hamba-hamba-Nya dengan kasih sayang ekstra. Shiyam Ramadhan menanam benih kasih sayang terhadap orang-orang yang paling lemah di kalangan masyarakat. Faqir miskin, anak-anak yatim dan mereka yang hidup dalam kemelaratan. Rasa cinta kita terhadap mereka seharusnya bertambah. Jika cinta jenis ini tidak bertambah sesudah bulan suci ini, berarti Anda perlu segera instrospeksi.</p>
<p>17. Salah dalam memaknai akhir Ramadhan.   Khalifah Umar ibn Abdul Aziz memerintahkan seluruh rakyatnya supaya mengakhiri puasa dengan memperbanyak istighfar dan memberikan sadaqah, karena istighfar dan sadaqah dapat menambal yang robek-robek atau yang pecah-pecah dari puasa. Menginjak hari-hari berlalunya Ramadhan, mestinya kita semakin sering melakukan muhasabah (introspeksi) diri.    “Wahai orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Hasyr: 18)</p>
<p>18. Sibuk mempersiapkan Lebaran.    Kebanyakan orang semakin disibukkan oleh urusan lahir dan logistik menjelah Iedul Fitri. Banyak yang lupa bahwa 10 malam terakhir merupakan saat-saat genting yang menentukan nilai akhir kita di mata Allah dalam bulan mulia ini. Menjadi pemenang sejati atau pecundang sejati.    Konsentrasi pikiran telah bergeser dari semangat beribadah, kepada luapan kesenangan merayakan Idul Fitri dengan berbagai kegiatan, akibatnya lupa seharusnya sedih akan berpisah dengan bulan mulia ini.</p>
<p>19. Idul Fitri dianggap hari kebebasan.    Secara harfiah makna Idul Fitri berarti “hari kembali ke fitrah”. Namun kebanyakan orang memandang Iedul Fitri laksana hari dibebaskannya mereka dari “penjara” Ramadhan. Akibatnya, hanya beberapa saat setelah Ramadhan meninggalkannya, ucapan dan tindakannya kembali cenderung tak terkendali, syahwat dan birahi diumbar sebanyak-banyaknya. Mereka lupa bahwa Iedul Fitri seharusnya menjadi hari di mana tekad baru dipancangkan untuk menjalankan peran khalifah dan abdi Allah secara lebih profesional.    Kesadaran penuh akan kehidupan dunia yang berdimensi akhirat harus berada pada puncaknya saat Iedul Fitri, dan bukan sebaliknya.  Sumber : http://www.hidayatullah.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vikri07.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vikri07.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vikri07.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vikri07.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vikri07.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vikri07.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vikri07.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vikri07.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vikri07.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vikri07.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vikri07.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vikri07.wordpress.com/304/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vikri07.wordpress.com/304/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vikri07.wordpress.com/304/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=304&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vikri07.wordpress.com/2011/03/04/19-tanda-gagal-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ee81185725e614dcc972e62109f8056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ukuy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SHALAT DALAM PERSPEKTIF KESEHATAN</title>
		<link>http://vikri07.wordpress.com/2011/02/25/shalat-dalam-perspektif-kesehatan/</link>
		<comments>http://vikri07.wordpress.com/2011/02/25/shalat-dalam-perspektif-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 03:51:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vikri07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vikri07.wordpress.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[SHALAT DALAM PERSPEKTIF KESEHATAN Oleh : M. Wahib. MH Pengertian Shalat Shalat secara etimologi berarti memohon (do’a) dengan baik, yaitu memohon keselamatan, kesejahteraan, dan kedamaian hidup didunia dan akhirat kepada Allah Swt. permohonan dalam shalat tidak sama dengan permohonan di luar shalat, sebab di dalam shalat telah diatur dengan tata cara yang baku, tidak boleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=295&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><strong>SHALAT DALAM PERSPEKTIF KESEHATAN<br />
Oleh : M. Wahib. MH</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"></p>
<p></span><span style="font-family:&quot;"><strong>Pengertian Shalat</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><br />
Shalat secara etimologi berarti memohon (do’a) dengan baik, yaitu memohon keselamatan, kesejahteraan, dan kedamaian hidup didunia dan akhirat kepada Allah Swt. permohonan dalam shalat tidak sama dengan permohonan di luar shalat, sebab di dalam shalat telah diatur dengan tata cara yang baku, tidak boleh dikurangi ataupun ditambah. Sedangkan menurut istilah shalat adalah perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Seorang yang melaksanakan shalat seharusnya dapat melaksanakannya dengan baik, konsisten, tertib dan khusyu’. Sehingga ia mendapatkan hikmah dari apa yang dikerjakan, pengertian ini didasarkan pada asumsi bahwa orang yang tekun melaksanakan shalat memiliki kepribadian yang lebih shaleh dan sehat, ketimbang orang yang tidak mengerjakan shalat. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><br />
Tujuan sholat adalah pengakuan hati bahwa Allah SWT sebagai pencipta adalah Maha Agung, dan pernyataan patuh terhadap-Nya serta tunduk atas kebesaran dan kemuliaan-Nya, yang kekal dan abadi. Karena itu bagi orang yang melaksanakan sholat dengan khusuk dan ikhlas, maka hubungannya dengan Allah SWT akan kokoh, kuat, dan istiqamah dalam beribadah, dan menjalankan ketentuan yang digariskan-Nya. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><br />
Kewajiban melakukan shalat lima kali sehari juga dapat dipandang sebagai bentuk praktis dari olah raga. Keseluruhan gerakan dalam shalat bersifat tenang, berulang-ulang dan melibatkan semua otot dan persendian, sehingga dapat menjaga keseimbangan energi. Hal ini disebabkan oleh pembakaran kalori dengan teratur. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><br />
</span><span style="font-family:&quot;"><strong>Takbiratul ikhrom: Berdiri tegak lurus</strong></span><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><br />
Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><br />
Ketika mulai berdiri tubuh terasa ringan karena berat tubuh tertumpu pada dua kaki. Otot-otot punggung sebelah atas dan bawah dalam keadaan kendur. Punggung dalam keadaan lurus, dengan pandangan terpusat pada tempat sujud. Pikiran berada dalam keadaan terkendali. Pusat otak, atas dan bawah menyatu membentuk kesatuan tujuan. Hal ini juga merupakan cerminan diri dan hati di hadapan Allah. Walau dalam kondisi berdiri tegak namun kepala ditundukkan ke tempat sujud, hal ini mengisyaratkan bahwa kita diwajibkan untuk bertawadhu’ (rendah hati) dan menghindari kesombongan, ini juga merupakan suasana yang sangat dahsyat dimana kita berdiri dihadapan Allah seperti suasana saat nanti manusia di hadapan Allah pada hari pengadilan (yaum al-dîn). Saat kita berhadapan dengan Allah Yang Maha Mengetahui diri kita, dan kita berhadapan dengan dzat yang sangat kita cintai, maka saat itu pula pikiran kita akan menjadi tenang, anggota badan tertunduk dan semua eksistensi diri kita menjadi tenteram. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><br />
</span><span style="font-family:&quot;"><strong>Ruku’</strong></span><span style="font-family:&quot;"></p>
<p>Ruku’ adalah membengkokan tulang belakang, dan meluruskannya meregangkan antara tulang dan otot punggung, ruku’ yang sempurna adalah ditandai tulang belakang yang luruh sehingga bila diletakkan segelas air diatas punggung tersebut tidak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Meletakkan tangan pada lutut seraya meluruskan tulang belakang dan menahannya akan mempelancar perdarahan dan getah bening. Karena itu, makanan bagi tulang belakang beserta ligament dan otot pendukungnya akan terjamin. Lebih jauh Aliah BP. Hasan dalam bukunya Pengantar Psikologi Kesehatan Islami mengatakan bahwa ruku’ merupakan salah satu metode untuk menguatkan otot-otot pada persendian kaki yang dapat meringankan tegangan pada lutut, ketika ruku’ seseorang meregangkan otot punggung sebelah bawah, otot paha, dan otot betis secara penuh. Tekanan akan terjadi pada otot lambung, perut dan ginjal, sehingga darah akan terpompa ke atas tubuh. Dan ketika melakukan qauna atau berdiri setelah ruku’, secara spiritual ruku’ dapat membentuk seseorang dalam kehidupannya tidak sombong, memulai merendahkan dan menundukkan diri, dan senantiasa berusaha dalam memperhalus hati dan memperbaharui kekhusyu’an shalat, merasakan bahwa dirinya hina dan merasakan pula kemuliaan Allah, kemudian ia memuji dan mengakui keagungan Allah. hal ini tercermin dalam ucapan dalam ruku’ “Subhâna Rabbî al-‘adhîmi wa bihamdihi” ( Maha suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan segala puji bagi-Nya ). </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><br />
</span><span style="font-family:&quot;"><strong>I&#8217;tidal</strong></span><span style="font-family:&quot;"></p>
<p>Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga. i&#8217;tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar. Postur tubuh kembali tegak, sehingga memberikan tekanan pada aliran darah untuk bergerak keatas. Hal ini dapat membuat tubuh mengalami relaksasi dan melepaskan ketegangan, hal serupa juga terjadi ketika berdiri setelah sujud.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><br />
</span><span style="font-family:&quot;"><strong>Sujud</strong></span><span style="font-family:&quot;"></p>
<p>Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. sujud bermanfaat memompa aliran getah bening ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma&#8217;ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><br />
Gerakan dalam sujud juga mempunyai metode yang dapat membawa kedamaian, keselarasan, kesesuaian, ketenangan dan kebahagiaan. Dalam sujud badan dari belakang rata ke depan, kedua telapak tangan ditempelkan pada lantai/tanah, dan kaki ditekuk. Sujud adalah pijatan usus yang sudah dimulai sejak ruku’. Dilakukan dengan meluruskan tulang belakang dan meregang otot hingga rongga perut mengecil. Otot yang bertambah kuat akan mencegah berbagai penyakit seperti heria dan membantu persalinan, sedangkan usus yang dipijat akan melancarkan peristalsis dan memudahkan buang air besar; aliran darah bebas hambatan akan mencegah ambeien. Muka yang menempel pada lantai Rasulullah Saw. Pernah bersabda, “jangan kau usap kerikil yang menempel di muka (wajah) mu itu akan menjadi mutiara kelak di surga”. Jika ditinjau dari kesehatan bahwa wajah/muka yang terkena kerikil dalam keadaan sujud adalah merupakan pijatan refleksi yang berfungsi melancarkan peredaran darah dan mengendorkan syaraf-syaraf yang ada di muka, sehingga jika syaraf-syaraf muka kendur dan peredaran darahnya lancar niscaya terhindar dari penyakit kepala, seperti pusing-pusing, migrant, dll. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><br />
Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan oksigen. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><br />
Sujud jika ditinjau dari perspektif spiritual bahwa sujud menggambarkan tentang derajat ketundukan yang paling tinggi, karena anggota badan yang paling berharga, yaitu wajah di tempelkan pada sesuatu yang paling rendah, yaitu tanah. Jika memungkinkan, sujudlah langsung ke tanah tanpa alas, karena ini bisa membuat lebih khusyu’ dalam shalat dan dalam berdo’a, dan bukti yang paling baik atas kerendahan. Sujud juga merupakan posisi terbaik berdialog dengan Allah, dan juga posisi terbaik untuk bertemu dengan Allah (misalnya kematian) adalah ketika sujud. Cara terbaik untuk berterima kasih kepada Allah dan memuji-Nya juga ketika sujud. Melalui proses sujud, seseorang akan terserap ke dalam ketakterbatasan, dengan keabadian dan dengan dunia luar. Ketika seseorang mencapai keadaan kesatuan penuh dengan Allah Yang Maha Kuasa, seluruh tubuh bergetar dan menangis, dan doanya sampai kepada Allah ( Aliah BP. Hasan 2005) </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><br />
</span><span style="font-family:&quot;"><strong>Duduk Tasyahud</strong></span><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><br />
Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Manfaatnya,saat iftirosy, bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ. “Nabi duduk dengan tuma’ninah sehingga ruas tulang belakangnya mapan” . Duduk dalam tasyahud dengan menekukan jari – jari yang berada pada kaki yang kanan, ini berfungsi untuk me-refleksi (berfungsi pijat refleksi) syaraf-yaraf kaki dan memperlancar peredaran darah hingga ke syaraf kepala, posisi duduk tasyahud juga dapat membantu pencernaan dengan menggerakkan isi perut ke arah bawah. Tubuh akan mengalami relaksasi, dan merangsang otot-otot pangkal paha, sehingga dapat mengurangi rasa nyeri dan sakit pada pangkal paha. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><br />
</span><span style="font-family:&quot;"><strong>Salam</strong></span><span style="font-family:&quot;"></p>
<p>Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Manfaatnya untuk relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><br />
</span><span style="font-family:&quot;"><strong>Thuma’ninah</strong></span><span style="font-family:&quot;"></p>
<p>Sudah seharusnya shalat kita dilaksanakan dengan thuma’ninah yaitu dengan tenang, rileks, dan santai setelah melakukan aktivitas dalam mengarungi semua dimensi kehidupan. Hamper semua rukun-rukun shalat untuk melakukan thuma’ninah. Thuma’ninah merupakan bentuk relaksasi dalam shalat, dimana seseorang berdiam sejenak untuk merasakan istirahat atau bersantai-santai setelah mengalami kontraksi atau peregangan otot dan syaraf. Melalui thuma’ninah diharapkan seseorang mengalami kedamaian dan ketenangan, sehingga dapat mengurangi rasa kecemasan, dll. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;"><strong>Kesimpulan</strong></span><span style="font-family:&quot;"></p>
<p>Ketenangan, ketenteraman dan kesehatan orang yang diperoleh melalui shalat memiliki nilai spiritual yang cukup tinggi, dan gerakan yang sangat banyak. Hal ini disebabkan oleh karena dalam shalat terdapat dimensi dzikrullah dan juga dimensi gerak / olah raga, karena gerakan dalam shalat dilakukan dengan continue/istiqamah. Dimensi ini merupakan inti yang menyebabkan orang yang melaksanakan shalat senantiasa mengingat Allah sehingga hatinya menjadi tenang, dan gerakan dalam shalat merupakan olah raga yang dapat memberikan kekebalan pada tubuh, dan juga merupakan terapi dari beberapa penyakit yang ada pada tubuh kita. Hal ini dapat kita ibaratkan jika seseorang melakukan shalat sehari semalam 17 rakaat, dengan asumsi bahwa setiap rakaat shalat ia akan melakukan + 7 gerakan dan ditambah 2 gerakan salam, maka sehari semalam orang yang melasanakan sahalat dia akan menggerakan anggota tubuh sebanyak 7 X 17 = 119, dan 10 gerakan salam, maka total menjadi = 129 gerakan, hal ini 1 hari, dan hanya jika ia melaksanakan shalat fardlu,. jika seseorang melaksanakan shalat fardlu dalam satu bulan berarti ia telah melakukan : 125 X 30 = 3.870 gerakan. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;">Referensi :</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;">B.P Hasan, Aliah, 2005 Pengantar Psikologi Islami, Proses Cetak<br />
Sa’id Hawwa, 2004, Intisari Ahya ‘ulumuddin Al-Ghazali, Mensucikan Jiwa, Rabbani Press, Jakarta </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;">An-Najar, Amir, 2004, Psikoterapi Sufistik, dalam Kehidupan Modern, Hikmah, Jakarta </span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:&quot;">Mujib, Abdul, 2006, Kepribadian dalam Psikologi Islam.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vikri07.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vikri07.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vikri07.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vikri07.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vikri07.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vikri07.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vikri07.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vikri07.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vikri07.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vikri07.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vikri07.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vikri07.wordpress.com/295/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vikri07.wordpress.com/295/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vikri07.wordpress.com/295/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=295&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vikri07.wordpress.com/2011/02/25/shalat-dalam-perspektif-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ee81185725e614dcc972e62109f8056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ukuy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fakta-fakta Menarik Tentang Nokia</title>
		<link>http://vikri07.wordpress.com/2008/06/17/fakta-fakta-menarik-tentang-nokia/</link>
		<comments>http://vikri07.wordpress.com/2008/06/17/fakta-fakta-menarik-tentang-nokia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 23:53:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vikri07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vikri07.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Fakta-fakta Menarik Tentang Nokia Berikut ini ada beberapa fakta menarik seputar NOKIA : Bila ada info atau tambahan lainnya, feel free to add! 1. Ringtone &#8220;Nokia Tune&#8221; sebetulnya berasal dari seorang gitaris Spanyol, Francisco T Rega, pada abad ke-19 yang berjudul &#8220;Grande Valse&#8221;. 2. &#8220;Grande Valse&#8221; kemudian diubah NOKIA menjadi &#8220;Nokia Tune&#8221; pada tahun 1998, hingga semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=9&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fakta-fakta Menarik Tentang Nokia</p>
<p>Berikut ini ada beberapa fakta menarik seputar NOKIA :</p>
<p>Bila ada info atau tambahan lainnya, feel free to add!</p>
<p>1. Ringtone &#8220;Nokia Tune&#8221; sebetulnya berasal dari  seorang gitaris Spanyol, Francisco T Rega, pada abad ke-19 yang berjudul &#8220;Grande Valse&#8221;.</p>
<p>2. &#8220;Grande Valse&#8221; kemudian diubah NOKIA menjadi &#8220;Nokia Tune&#8221; pada tahun 1998, hingga semua orang mengetahuinya dan dikenal sekarang sebagai &#8220;Lagu Nokia.&#8221;</p>
<p>3. Kartu GSM komersial pertama dibuat pada tahun 1991 di Helsinki melalui jaringan suplai NOKIA, oleh PM Finlandia, Harri Holkeri, menggunakan ponsel NOKIA.</p>
<p>4. NOKIA merupakan pembuat kamera ponsel yang populasinya terbesar di dunia. Pembuatan kamera ponselnya unik, lain dengan  cara yang biasa digunakan oleh pembuat kamera.</p>
<p>5. Dering &#8220;Special&#8221; yang tersedia bagi pengguna ponsel NOKIA ketika menerima SMS (Short Messaging Services), sebenarnya adalah kode morse untuk &#8220;SMS&#8221;.</p>
<p>6. Dering &#8220;Standar&#8221; pada menu message tone adalah kode morse untuk &#8220;M&#8221; (Message).</p>
<p>7. Tulisan NOKIA Co. adalah Agfa-Monotype-Nokia-Sans font, yang didesain oleh AgfaMonotype Nokia Sans font. Kebanyakan panduan pemakaian ponsel NOKIA menggunakan Agfa-Rotis-Sans font.</p>
<p>8. Di Asia, angka 4 tidak pernah digunakan pada setiap tipe ponsel NOKIA, karena angka 4 tersebut merupakan angka ketidakberuntungan di Asia.</p>
<p>9. NOKIA masuk ke dalam jajaran 20 perusahaan yang paling dikagumi di seluruh dunia di Fortune List 2006 (pertama untuk perusahaan komunikasi, keempat untuk perusahaan non-US).</p>
<p>10. Tidak seperti produk modern yang lain, ponsel NOKIA tidak secara otomatis memulai call timer saat dihubungkan, tetapi saat percakapan dimulai (kecuali ponsel seri 60 seperti nokia 6600,dll).</p>
<p>11. NOKIA kadang-kadang dipanggil AIKON (Nokia dibaca terbalik) oleh pemakai ponsel non-NOKIA dan oleh pengembang mobile software, karena &#8220;AIKON&#8221; dipakai di berbagai bungkus mobile software SDK, termasuk Nokia&#8217;s Symbian S60SDK.</p>
<p>12. Nama kota NOKIA berasal dari sungai yang mengalir melalui kota. Sungai tersebut, Nokianvirta, dinamai seperti kata lama Finlandia yang berarti cerpelai. Spesies binatang pemangsa yang kecil dan berbulu hitam ini pernah ditemukan di daerah tersebut, tetapi sekarang telah punah.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/vikri07.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/vikri07.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vikri07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vikri07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vikri07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vikri07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vikri07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vikri07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vikri07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vikri07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vikri07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vikri07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vikri07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vikri07.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vikri07.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vikri07.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=9&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vikri07.wordpress.com/2008/06/17/fakta-fakta-menarik-tentang-nokia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ee81185725e614dcc972e62109f8056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ukuy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>S60 3rd Edition Feature Pack 2</title>
		<link>http://vikri07.wordpress.com/2008/03/19/s60-3rd-edition-feature-pack-2/</link>
		<comments>http://vikri07.wordpress.com/2008/03/19/s60-3rd-edition-feature-pack-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 03:16:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vikri07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vikri07.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[S60 3rd Edition Feature Pack 2 announced Just when the S60 3rd edition Feature pack 1 devices are set to hit the market, Nokia introduced a new Feature Pack for S60 on Symbian OS. S60 3rd Edition Feature Pack 2 is designed for innovation and significantly facilitates the creation of compelling applications and accelerates performance. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=6&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>S60 3rd Edition Feature Pack 2 announced</p>
<p>Just when the S60 3rd edition Feature pack 1 devices are set to hit the market, Nokia introduced a new Feature Pack for S60 on Symbian OS. S60 3rd Edition Feature Pack 2 is designed for innovation and significantly facilitates the creation of compelling applications and accelerates performance. S60 3rd Edition is targeted for mid-range devices and offers significant usability enhancements for this category.</p>
<p>Development of applications and services for S60 devices will be faster and more cost-efficient as S60 brings a major extension to the C++ development environment with Open C. This introduction brings the familiar standard C function libraries to S60 software, supporting increased productivity and improved time-to-market of applications. With Open C, developers can reuse existing code and focus on the mobility aspects of their applications.</p>
<p>Symbian recently introduced four of the basic POSIX libraries on Symbian OS. With Open C, S60 is extending the reach and implementing five additional C libraries for an optimized solution to migrate open source and desktop applications to S60 on Symbian OS. Open C libraries are part of the S60 3rd Edition Feature Pack 2 and will be integrated into the publicly available SDKs.</p>
<p>Feature Pack 2 comes with improvements in usability and software architecture focusing primarily on the mid-range device category. Usability enhancements support the ease of use in for example messaging, multitasking and downloading. Feature Pack 2 also enables instant media playback during downloading and animated notification of inbound calls. Architectural improvements focus on ensuring excellent performance and flexibility of S60 in various hardware configurations, and include for example support for demand paging virtual memory technique.</p>
<p>S60 3rd Edition Feature Pack 2 will be available for all S60 device manufacturers in Q2. It is fully compatible with S60 3rd Edition, and applications developed for 3rd Edition will run on all Feature Pack 2 devices. The new Feature Pack 2 will be demonstrated at the 3GSM World Congress 2007 in Barcelona in S60 stand in Hall 8.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/vikri07.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/vikri07.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vikri07.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vikri07.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vikri07.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vikri07.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vikri07.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vikri07.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vikri07.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vikri07.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vikri07.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vikri07.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vikri07.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vikri07.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vikri07.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vikri07.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=6&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vikri07.wordpress.com/2008/03/19/s60-3rd-edition-feature-pack-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ee81185725e614dcc972e62109f8056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ukuy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GnuBox dan Proxy-i, Sharing Internet Via Bluetooth Pada Nokia S60</title>
		<link>http://vikri07.wordpress.com/2008/03/19/gnubox-dan-proxy-i-sharing-internet-via-bluetooth-pada-nokia-s60/</link>
		<comments>http://vikri07.wordpress.com/2008/03/19/gnubox-dan-proxy-i-sharing-internet-via-bluetooth-pada-nokia-s60/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 02:56:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vikri07</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://vikri07.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Gnubox for S60 My friend, gave me this guide for Gnubox on your S60 device. There are some linguistic errors (like u instead you etc.) but all in all is it a great guide. Continue reading to see the whole guide. Sign GNUBOX.sis 1. First get gnubox.sis. http://rapidshare.com/files/4548686/gnubox_s60v3.sis 2. Then download this file, it has [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=5&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gnubox for S60</p>
<p>My friend,  gave me this guide for Gnubox on your S60 device. There are some linguistic errors (like u instead you etc.) but all in all is it a great guide.</p>
<p>Continue reading to see the whole guide.</p>
<p>Sign GNUBOX.sis</p>
<p>1. First get gnubox.sis. http://rapidshare.com/files/4548686/gnubox_s60v3.sis</p>
<p>2. Then download this file, it has the application Signsis.exe http://download.macromedia.com/pub/developer/make_sis_explained.zip</p>
<p>3. Get this app from Symbiansigned.com . You will need to sign up for an account here</p>
<p>http://www.symbiansigned.com/DevCertRequest_30_10_2006_v2.0.exe</p>
<p>4.Start the DevCertRequest program<br />
It’ll be easier if you name all the files as gnubox<br />
=Step1: Select as output file for your *.csr file<br />
=Step2: If you dont have ACS pub ID , select No. Then select your key output *.key file name , and fill password.<br />
ps: for Step1 and 2, have the files output to ur desktop.<br />
=Step3: Fill Personal info<br />
=Step4: Add capabilities (i selected all)<br />
=Step5: Finish Developer cert request. Then *.csr file will created.<br />
- Login in to Symbiansigned.com, ** “My Symbian Signed” tab<br />
- ** “Developer Certificates” on left side bar,<br />
- ** “Request” and upload *.csr file and wait<br />
- Will automatically change to Dev cert page. You can download dev cert, *.cer to the desktop</p>
<p>Signing The File<br />
- Go to “Start” -&gt; “Run” -&gt; type command<br />
- In the command prompt, type cd (then go to your sissign dir) (enter)<br />
- Then type signsis -o -s -v gnubox.sis gnuboxs.sis gnubox.cer gnubox.key password (enter)</p>
<p>example: signsis -o -s -v c:\gnubox.sis c:\gnuboxs.sis c:\gnubox.cer c:\gnubox.key xxxx (enter)</p>
<p>CONFIGURATION :</p>
<p>I’m using LAN and not dial-up ADSL.</p>
<p>Download and install AnalogX at: http://www.analogx.com/files/proxyi.exe<br />
This enables you to share your internet connection.</p>
<p>Please install your gnubox on ur phone first…<br />
Install mRouter on your PC also..</p>
<p>ON YOUR PC (Microsoft BT stack)<br />
Switch on BT on ur PC and ur fone.</p>
<p>Step1: Right click the BT icon in the system tray, “Open Bluetooth Settings”<br />
go to “COM Ports”.<br />
If it is blank, click on “Add”-&gt; “Incoming (device initiates the connection)”<br />
Look at the COM number…mine is COM4. it varies…let’s put it as COM#</p>
<p>Step2: Go to “Control Panel” -&gt; “Phone and Modem options”. Select the tab “Modem”<br />
Add a modem. Check the box saying “Don’t detect modem”.<br />
Select the type as “Communications cable between two computers”<br />
connected on Bluetooth Serial Port COM#</p>
<p>Step2: Go to “Control Panel” -&gt; “network connections”. Create a new connection<br />
“setup advanced connection” –&gt; “accept incoming connections” –&gt; select ur COM# and uncheck other connections/modems and leave the rest of the stuff as it is and then continue and finish.</p>
<p>Step4: Right click on the mRouter icon on the system tray go to “Connected Device”<br />
Refresh the page until it discovers ur phone. Select your fone in the device selection<br />
screen and click “Next&gt;”.<br />
Uncheck the box where it says “Automatically connect to this device when it is in range”<br />
and click “Finish”</p>
<p>Step5: Now right click on the m-Router taskbar icon and click on “Advanced Settings”<br />
Click on the View button under “Additional COM Ports”<br />
Select the COM Port used by your Bluetooth device (COM#)<br />
After setting the COM Port, click “OK”<br />
Under connectivity methods, look for Additional COM Ports and expand it to make<br />
sure your COM port is there. Click “Close”<br />
Make sure that there is no error message…<br />
Now that our m-Router is all set, let’s configure Gnubox!!</p>
<p>GNUBOX!!</p>
<p>Step1: On the phone, Go to “Tools”-&gt;”Settings”-&gt;”Connection”-&gt;”Access points”<br />
Go to “Options”-&gt;”New access point”-&gt;”Use default settings”<br />
Name it ‘Bt’ .<br />
Make sure you set it to use ‘Data call’ as the bearer.<br />
Set the number to call to something that cannot be called (e.g 321),<br />
username as abc, password: xyz<br />
Leave the rest as it is…<br />
Then, “Options”-&gt;”Advanced Setting” Leave all untouched EXCEPT “Proxy Port Number”.<br />
enter it as 6588</p>
<p>Step2: Start GnuBox.<br />
Now you should see on the screen that the DialOutISP record is found,<br />
and the phone number you just entered is printed on the screen.<br />
However, the ModemBearer should still show ‘No rec’.<br />
- Select “Options”-&gt;”Install”-&gt;”Create records”<br />
- Exit gnubox with “Options”-&gt;”Exit”<br />
- Start GnuBox again.<br />
- Now you should see on the screen that the ModemBearer is shown and the ‘No rec’ error is gone.<br />
- Create the bluetooth pairing between your phone and the computer.<br />
- Launch GnuBox. Select “Install”-&gt;”Set RAS login script”<br />
- Then select “2box bluetooth”-&gt;”Serial port”<br />
- On the upcoming device selection dialog, select your computer,<br />
and in the question about encryption click Yes (or OK if you only have that).<br />
- Launch your phone browser and enjoy!!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/vikri07.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/vikri07.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/vikri07.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/vikri07.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/vikri07.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/vikri07.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/vikri07.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/vikri07.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/vikri07.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/vikri07.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/vikri07.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/vikri07.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/vikri07.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/vikri07.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/vikri07.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/vikri07.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=vikri07.wordpress.com&amp;blog=3043090&amp;post=5&amp;subd=vikri07&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://vikri07.wordpress.com/2008/03/19/gnubox-dan-proxy-i-sharing-internet-via-bluetooth-pada-nokia-s60/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8ee81185725e614dcc972e62109f8056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ukuy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
